Sabtu, 11 Mei 2013

Asal Mula Terbentuknya EXO

Asal mula terbentuknya EXO 

 

Empat tahun setelah terakhir mendebut boy group SHINee, tahun ini SM Entertainment, agensi artis terkemuka di Korea Selatan, kembali melahirkan boy group terbaru yang diberi nama EXO. Sebuah nama yang cukup ear-catchy dan mudah dilafalkan, serta gampang diingat. SM Entertainment memang tidak pernah gagal dalam memberi nama boy group mereka. Nama-nama yang mereka hasilkan selalu tampak menonjol, lain dari yang lain, serta long-lasting dalam ingatan. Katakanlah H.O.T, boy group pertama debutan mereka, lalu Shinhwa (dalam bahasa Inggris berarti ‘legend’), yang hingga kini masih eksis sebagai the longest-running boy group. Menyusul mereka adalah DBSK (singkatan dari ‘Dong Bang Shin Ki’, yang berarti ‘the rising Gods of the East’), Super Junior, dan terakhir SHINee. Nama EXO diambil dari istilah ‘exoplanet’, yang digunakan untuk menyebut planet-planet yang berada di luar tataran galaksi Bimasakti.
EXO bisa dibilang sebagai sebuah proyek ambisius Lee Soo Man, produser dari SM Entertainment, untuk membuat sebuah boy group yang sanggup menguasai dunia musik Asia. Ini terbukti dengan penerapan format baru dalam pembentukan dan sistem kerja EXO. EXO adalah sebuah boy group beranggotakan total 12 orang, yang dibagi ke dalam dua subgroup yang masing-masing berjumlah enam orang. Subgroup pertama, disebut EXO-K, akan beroperasi di Korea Selatan dan menyanyikan lagu-lagu mereka dalam Bahasa Korea. Sementara subgroup kedua disebut EXO-M, akan beroperasi di Cina dan menyanyikan lagu-lagu yang sama dalam Bahasa Mandarin. Mereka berdua memulai debut dan promosi secara bersamaan di dua negara. Konsep ini adalah yang pertama kalinya diterapkan sepanjang sejarah industri hiburan Korea Selatan, bahkan Asia. Dan mungkin hanya Lee Soo Man bersama kekuatan SM Entertainment-nya lah yang sanggup mencetuskan ide ini dan menjadi pionir. Dengan basis yang telah kuat mengakar di benua Asia, sejak didirikannya pada tahun 1995, tak heran jika SM Entertainment merasa sangat percaya diri untuk meluncurkan proyek EXO ini.
 
 
Pada akhir tahun 2011, setelah sempat melewati beberapa kali bongkar pasar personel dan pergantian nama, EXO resmi dibentuk. Tidak tanggung-tanggung, SM Entertainment merilis 23 teaser video dalam rentang waktu tiga bulan, antara Desember 2011 hingga Februari 2012, untuk memperkenalkan secara individu para personel EXO. Sebelum membicarakan lebih lanjut tentang 12 punggawa EXO, akan diceritakan terlebih dahulu bagaimana mereka melakukan promosi dalam rangka pre-debut yang cukup menarik, mengingat Lee Soo Man tidak main-main dengan konsep kali ini. Sebelum debut song mereka dirilis, EXO merilis dua buah prologue song, yaitu “What Is Love” pada tanggal 30 Januari 2012 dan “History” pada tanggal 9 Maret 2012. Tidak tanggung-tanggung pula, SM Entertainment merilis music video (MV) untuk kedua lagu tersebut dalam dua versi sekaligus, EXO-K dan EXO-M. Jadi, total EXO telah memiliki 23 teaser video dan 4 MV untuk materi pre-debut saja!
Rupanya materi-materi tadi tidak dirasa cukup oleh SM Entertainment untuk memuluskan kelahiran EXO ke dunia industri hiburan Asia. Tepat seratus hari sejak teaser video mereka diunggah pada tanggal 21 Desember 2011, pada tanggal 31 Maret 2012 EXO menggelar showcase Seoul Olympic Stadium, Korea Selatan. Sehari kemudian, 1 April 2012, showcase kedua diadakan di Beijing, Cina. Akhirnya, pada tanggal 8 April 2012, debut single EXO yang bertajuk “Mama” dirilis, disusul dengan mini album pertama mereka yang berjudul sama sehari kemudian pada tanggal 9 April 2012. Mini album ini berisikan total enam lagu, termasuk “What Is Love”, “History”, dan “Mama”. Tiga lagu lainnya adalah “Angel (Into Your World)”, “Two Moons” (feat. SHINee Key), dan “Machine”. Tentunya, mini album ini dirilis dalam dua versi sekaligus, EXO-K dan EXO-M.

Segera setelah “Mama” dirilis, baik EXO-K maupun EXO-M memulai debut resmi mereka di belantika musik Korea Selatan dan Cina pada khususnya, Asia dan seluruh dunia pada umumnya. Lagi-lagi, keseriusan SM Entertainment dalam mendebut EXO tampak dari konsep MV yang mereka buat untuk “Mama”. Pada bagian awal MV terdapat narasi prolog fiksi ilmiah sepanjang kurang lebih 2 menit yang menceritakan ‘awal mula’ EXO terbentuk. “The legends somehow see the same sky but stand on different grounds. They shall stand on the same ground but shall see different skies.” Narasi ini bercerita tentang sebuah pohon sumber kehidupan yang terpaksa membelah dirinya menjadi dua. Kedua bagian kekuatan ini masing-masing tersembunyi di dua dunia yang berbeda, tetapi berparalel. Pada akhirnya, kedua kekuatan ini akan bersatu kembali, dan ketika hari itu tiba, dunia yang baru akan terbuka. Kisah ini menggambarkan konseptualitas dan musikalitas yang diusung oleh EXO. Bahwa meskipun mereka terbagi menjadi dua ‘kekuatan’, sebenarnya mereka adalah satu kesatuan. Seperti kalimat perkenalan mereka yang selalu mereka serukan di tiap acara: “We are one!”
So, here they are. EXO terdiri dari EXO-K dan EXO-M. EXO-K beranggotakan Suho sebagai leader, Baekhyun, Chanyeol, D.O., Kai dan Sehun sebagai maknae. Sementara EXO-M beranggotakan Kris sebagai leader, Xiumin, Luhan, Lay, Chen dan Tao sebagai maknae. Empat dari dua belas member EXO merupakan keturunan dan warga negara Cina, mereka adalah Kris, Luhan, Lay dan Tao, sementara delapan lainnya adalah orang Korea. Keempat member ini tentu saja merupakan anggota dari EXO-M. Kris, leader EXO-M, menguasai tiga bahasa (Mandarin, Korea dan Inggris) serta satu dialek (Kanton). Meskipun lahir di Cina, dia adalah warga negara Kanada karena tumbuh besar di sana. Jauh sebelum debut, Chanyeol pernah tampil dalam video klip “Genie” (Japanese version) milik Girls’ Generation. Bersama Suho dan Kai, Chanyeol juga tampil dalam video klip “HaHaHa Song” milik DBSK. Kedua belas personel EXO memasuki SM Entertainment melalui berbagai audisi dan ajang kompetisi, sebelum akhirnya mereka terpilih dan menjalani hari-hari sebagai trainee di agensi ternama tersebut.
Sebagai seorang penggemar sekaligus pengamat K-pop, tentunya saya lebih memfokuskan perhatian kepada EXO-K ketimbang EXO-M. Bukan karena bias atau apa, saya tertarik dengan konsep yang ditawarkan EXO sebagai sebuah kesatuan grup, namun Bahasa Korea sepertinya lebih ‘masuk’ untuk diterima telinga saya dibandingkan Bahasa Mandarin. Maka dari itu, jangan heran apabila pembahasan berikutnya seputar lagu, penampilan panggung, serta formasi member, akan lebih banyak berkutat seputar EXO-K daripada EXO-M. But I’ll try my best to keep my balance.
EXO membuat terobosan menarik dengan merilis dua prologue single sebelum debut single “Mama”. Melalui dua lagu pengenalan ini EXO menampilkan langsung dua sisi musikalitas mereka yang berbeda. “What Is Love” adalah R n’ B ballad track, sementara “History” adalah mid-tempo dance pop track. Mendengar dua lagu ini saja cukup untuk mengangguk-anggukkan kepala dan mengakui bahwa debut EXO memang pantas menjadi the most anticipated debut of 2012. Namun ketika akhirnya “Mama” dirilis, BOOM! This song is just…what more can I say? It’s FUNtastic! Ada beberapa lagu yang diciptakan, ketika sekali orang mendengarnya, langsung dapat membuat jatuh cinta dan ketagihan. “Mama” adalah salah satunya bagi saya. Dibuka dengan paduan suara a cappella dan orkestra ala Gregorian, the song blends sounds of the musical past with sounds from the here and now. Combining Gregorian chants, operatic orchestral conventions with deep and heavy bass and percussion, “Mama” menyampaikan pesan tentang keadilan dan tenggang rasa yang sepertinya telah mulai menghilang dari muka bumi. Sungguh sebuah lagu dengan lirikalitas yang tinggi dalam sejarah debut sebuah grup di dunia K-pop.
Lagu mereka berikutnya, “Angel”, atau yang juga dikenal dengan judul “Into Your World”, adalah mid-tempo ballad track. Lagu yang lembut ini membawa EXO ke level yang lebih tinggi setelah gebrakan mereka dengan “Mama”. Bagi saya, lagu ini adalah lagu ballad yang berhasil karena sanggup menimbulkan perasaan damai ketika mendengarnya. Terutama ketika dua lagu terakhir dari album debut ini tidak begitu memuaskan, yaitu “Two Moons” dan “Machine”. Meskipun menampilkan rapper dari SHINee, Key, “Two Moons” tidak sekuat itu untuk menangkap interest. Begitu pula dengan “Machine”, yang sepertinya sukses menjadi black hole dalam album debut ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar